Pengetahuan tentang kebakaran perlu diiringi dengan keterampilan penanganan yang tepat. Untuk membekali masyarakat dengan kemampuan dasar tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Petra (UK Petra) memfasilitasi kolaborasi antara warga Kelurahan Siwalankerto dan Unit Ketahanan Kampus (UKK) UK Petra melalui kegiatan “Latihan Penanganan Kebakaran Ringan”, Rabu (21/10/2026).
Bertempat di depan logo I’m Petranesian atau selat Gedung P dan Q UK Petra, kegiatan yang berlangsung pukul 09.00-11.00 WIB ini diikuti kurang lebih 25 peserta. Diantaranya, perwakilan warga dari setiap RW di Siwalankerto, staf Kelurahan Siwalankerto, UKK UK Petra, dan Damkar Surabaya. Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat UK Petra, Yohanes Budi Cahyono, S.Sos., M.Psi., kemudian dilanjutkan dengan sambutan Lurah Siwalankerto, Kairul Budiarto, S.H., M.M.
Dalam sesi materi, Budianto Djaya, S.Kom., Kepala Bidang Pengamanan dan Pengawasan (Bid PAMWAS) UKK UK Petra, menjelaskan tiga unsur yang memicu terjadinya kebakaran, yakni oksigen, bahan bakar, dan panas. Pemahaman terhadap ketiga unsur tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah pemadaman yang tepat.
“Penyebab kebakaran itu ada tiga, Bapak/Ibu. Pertama udara (oksigen), kedua bahan bakar, dan ketiga panas. Jadi, ketika memadamkan api, usahakan menghilangkan salah satu dari tiga unsur penyulut api tersebut. Kalau yang nanti akan kita praktikkan itu menghilangkan udara dan panasnya dengan menutup sumber api dengan karung goni basah,” jelasnya.
Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti praktik yang dipandu langsung oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Surabaya. Pelatihan mencakup tiga keterampilan dasar, yaitu memadamkan api menggunakan karung goni basah, menangani kebocoran LPG, serta menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Antusiasme peserta terlihat saat warga bergantian mencoba praktik pemadaman api dengan karung goni dan penggunaan APAR. Pengalaman langsung ini memberi kesempatan bagi peserta untuk mengenali langkah penanganan kebakaran secara tepat, termasuk menghadapi situasi darurat yang dapat terjadi di lingkungan rumah tangga.
Yuleka Susilowati, Ketua RW 06 yang akrab disapa Bu Selo, mengaku sempat merasa gugup saat mempraktikkan pemadaman api menggunakan karung goni. Namun, pengalaman berbeda ia rasakan ketika mencoba menggunakan APAR.
“Waktu praktik yang pakai karung, saya agak ndredeg memang. Terus yang kedua pakai APAR itu Alhamdulillah nggak ndredeg,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada UK Petra atas pelatihan yang memberikan kesempatan bagi warga untuk belajar secara langsung.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada UK Petra yang telah memberikan pelatihan dari Damkar untuk warga setiap RW. Kami bangga, terima kasih. Karena ini pengalaman langsung, tidak hanya teori,” ungkap Selo.
“Sukses selalu. Semoga nanti berlanjut untuk regenerasi kebermanfaatannya,” imbuhnya.
Ketertarikan terhadap kegiatan ini juga datang dari mahasiswa yang kebetulan melintas di lokasi. Tiga mahasiswa semester satu Program Strategic Communication turut menyaksikan dan mencoba praktik pemadaman api. Mereka menilai kegiatan tersebut menarik karena memberikan pengetahuan baru sekaligus pengalaman menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat.
Kesiapsiagaan menghadapi kebakaran berawal dari pengetahuan dan keberanian mengambil tindakan yang tepat. Kolaborasi LPPM UK Petra, UKK UK Petra, dan Damkar Surabaya ini menjadi langkah untuk mendekatkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan lingkungan sekitar. Harapannya, keterampilan yang dipelajari warga dapat menjadi bekal berharga untuk menghadapi keadaan darurat dengan lebih sigap dan tepat.


