Kegiatan Cangkrukan Ilmiah dengan tema “Avoiding Predatory Journals” telah sukses diselenggarakan pada Jumat, 20 Februari 2026, pukul 09.00 – 11.00 WIB, bertempat di Lab. Public Relations Prodi Ilmu Komunikasi (Gedung Q2 lantai 5, Ruang Q.05.05). Acara ini menghadirkan Dr. Johan Jang, M.Sc, selaku Strategic Engagement Manager Elsevier, sebagai pembicara utama. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa pascasarjana dari berbagai disiplin ilmu yang antusias mendalami isu publikasi ilmiah dan tantangan akademik kontemporer.
Dalam pemaparannya, Dr. Johan Jang menjelaskan berbagai tantangan publikasi akademik, khususnya dalam konteks Indonesia, seperti minimnya pemahaman mendasar tentang sistem publikasi ilmiah, orientasi publikasi yang sekadar memenuhi kewajiban administratif (publish for compliance), miskonsepsi terhadap metrik riset, hingga lemahnya pemahaman etika penelitian. Kondisi tersebut berpotensi mendorong praktik tidak etis serta meningkatkan risiko publikasi pada jurnal predator.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa jurnal predator merupakan entitas penerbitan yang meniru jurnal ilmiah bereputasi tetapi mengabaikan standar editorial, proses peer review, transparansi, dan integritas riset. Fenomena ini tumbuh akibat tekanan publish-or-perish, tingginya tingkat penolakan di jurnal bereputasi, rendahnya literasi publikasi, sistem insentif institusi yang kurang selaras dengan kualitas, serta eksploitasi model open access berbasis Article Processing Charges (APC).
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai ciri-ciri jurnal predator, antara lain klaim indeksasi palsu, proses peer review yang sangat cepat atau semu, dewan editor yang tidak kredibel, biaya tersembunyi, email undangan spam, volume publikasi yang tinggi namun minim sitasi, serta ketidaksesuaian artikel dengan ruang lingkup jurnal. Narasumber menekankan pentingnya verifikasi jurnal melalui database bereputasi seperti Scopus dan penelusuran rekam jejak jurnal secara cermat sebelum melakukan pengiriman naskah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sivitas akademika semakin cermat dan strategis dalam memilih jurnal yang kredibel, mampu menghindari praktik jurnal predator, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas dan integritas publikasi ilmiah. Semangat untuk terus belajar, menjaga integritas, dan berani memilih kualitas daripada sekadar kuantitas menjadi pesan utama yang menguatkan para akademisi agar publikasi yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kewajiban, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat.


