Australia–Indonesia Centre (AIC) kembali membuka program pendanaan riset kolaboratif melalui Partnerships for Australia–Indonesia Research (PAIR) Sulawesi – Second Call 2026. Program ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi penelitian antara Indonesia dan Australia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Sulawesi melalui riset yang berdampak dan berbasis kemitraan lintas institusi. Kesempatan pendanaan ini terbuka bagi peneliti dari perguruan tinggi terakreditasi di Indonesia serta universitas mitra Australia–Indonesia Centre (AIC) di Australia.
Fokus Tema Penelitian
Proposal penelitian yang diajukan diharapkan selaras dengan tema berikut:
- Livelihoods and Skills (Mata Pencaharian dan Keterampilan)
- Climate Risk and Resilience (Ketahanan dan Risiko Iklim)
- Governance and Inclusion (Tata Kelola dan Inklusi)
Skema Pendanaan
Program PAIR Sulawesi menggunakan skema dual-funding, dengan pendanaan bagi tim peneliti Indonesia hingga:
- Rp750.000.000 untuk luaran kebijakan (policy output);
- Rp1.000.000.000 untuk luaran teknologi (technology output).
Sementara itu, tim peneliti Australia dapat memperoleh pendanaan hingga AUD 50.000 per proyek. Durasi pelaksanaan penelitian adalah selama 12 bulan.
Persyaratan Umum
Tim penelitian harus merupakan kolaborasi antara peneliti Indonesia dan Australia, dengan ketentuan memiliki Co-Lead dari masing-masing negara, bersifat interdisipliner, serta memperhatikan prinsip kesetaraan gender dan inklusi sosial (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion/GEDSI).
Jadwal Penting
| Kegiatan | Tanggal |
|---|---|
| Pembukaan Proposal | 10 April 2026 |
| Batas Akhir Pengajuan Proposal | 18 Mei 2026 |
| Pengumuman Hasil Seleksi | Juli 2026 |
Panduan teknis dan informasi lengkap terkait persyaratan serta mekanisme pengajuan proposal dapat diakses melalui laman resmi berikut:
- https://pair2.australiaindonesiacentre.org/second-call/pair-sulawesi-second-call/
- https://pair.unhas.ac.id/
Peluang hibah internasional ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas jejaring kolaborasi global serta meningkatkan kontribusi riset bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya wilayah Sulawesi.
