Sinergi Akademisi dan Mitra dalam Matching Forum Abdimas 2026

LPPM Universitas Kristen Petra sukses menyelenggarakan kegiatan Matching Forum Abdimas 2026 yang berlangsung pada Selasa, 21 April 2026 di Universitas Kristen Petra. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan dosen, mahasiswa, dan mitra dalam merancang program pengabdian kepada masyarakat yang relevan, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Forum ini menghadirkan pemangku kebijakan mitra dari berbagai latar belakang yang memberikan perspektif nyata terkait kebutuhan dan potensi di masyarakat. Salah satunya adalah Sisiyantoko, Direktur Wehasta, sebuah organisasi non-pemerintah yang berfokus pada pendidikan lingkungan, pengelolaan sampah, serta upaya konservasi. Melalui berbagai program kolaboratif, Wehasta mendorong peningkatan kesadaran, perubahan perilaku, dan praktik berkelanjutan dalam menjaga lingkungan.

Selain itu, turut hadir Slamet Prayogi H.W., SE, Kepala Desa Padi, Kabupaten Mojokerto, yang memaparkan pengembangan kawasan agrowisata pertanian terpadu sebagai bagian dari program nasional Kementerian Desa PDT. Program ini menekankan penguatan sektor pertanian dari hulu hingga hilir, termasuk pembangunan rumah kompos berbasis energi hijau hingga pemasaran produk lokal berkualitas.

Mitra lainnya, Heru, Kepala Desa Dilem, Kabupaten Mojokerto, mengangkat potensi pengembangan desa kopi sebagai strategi peningkatan nilai tambah komoditas lokal. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat identitas desa, tetapi juga membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Melalui forum ini, berbagai gagasan dan peluang kerja sama berhasil diidentifikasi—mulai dari pengembangan agrobisnis terpadu, desa kopi, hingga pengelolaan lingkungan dan sampah. Seluruh ide yang dibahas diarahkan untuk menjadi dasar dalam penyusunan program pengabdian kepada masyarakat yang aplikatif dan berdampak. LPPM Universitas Kristen Petra menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra serta peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Diharapkan, sinergi yang terbangun dapat terus berkembang dan menghasilkan program-program pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Sebagaimana semangat yang diusung dalam kegiatan ini: “Dari pertemuan, jadi kolaborasi; dari kolaborasi, jadi dampak.”

Scroll to Top