No Image Available

makna Kualitas dan Kinerja Tenun Tradisional Indonesia: Kolaborasi Budaya Nasional dan Budaya Organisasi

 Penulis: Hatane Semuel, Yenni Mangoting, Saarce Elsye Hatane  Category: Book  Publisher: Rajagrafindo Persada  Telah Terbit: 2022  ISBN: 9786233724470  Laman: 124
 Deskripsi:

Produk tenun tradisional Indonesia selain produk batik merupakan produk budaya bangsa Indonesia, sehingga dapat menjadi simbol kebudayaan nasional Indonesia. Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Puncak-puncak kebudayaan daerah dapat menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan mewakili identitas bersama. Jika dipandang dari sisi tata kelola bisnis, budaya nasional dapat mempengaruhi budaya organisasi (Hofstede, 1980). Kebudayaan nasional Indonesia yang mampu mem­pengaruhi budaya organisasi lokal akan meciptakan orientasi kewirausahaan petenun, sehingga pada akhirnya mampu menciptakan kinerja organisasi UMKM Tenun tradisional Indonesia. Penelitian terkait dengan tenun tradisional Indonesia dewasa ini lebih bertujuan untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul dalam rangka membangun konsep kualitas produk tenun tersebut, sehingga mampu diserap pasar dan memiliki keunggulan bersaing. Konsep kualitas yang dihasilkan dalam beberapa penelitian menjadi definisi atau konsep tambahan untuk mengembangkan budaya organisasi dalam UMKM tenun. Kajian yang dimuat dalam buku ini menggunakan literature review yang dengan meng­intepretasikan temuan-temuan penelitian-penelitian kuali­tatif terdahulu yang memiliki topik sama, maupun konsep semiotika yang ditinjau dari teori semiotika sosial Theo Van Leeuwen untuk memahami makna kualitas tenun tradisional Indonesia. Makna tenun tradisional Indonesia selalu mengacu pada daerah asal yang syarat dengan budaya daerah setempat, dan diinter­pretasi sebagai pembaca tanda dan bagaimana tanda dan makna dipertukar­kan berdasarkan semiotic resources. Metode yang digunakan dalam men­dapat­kan data dilakukan dengan wawancara mendalam secara semi struktur dan focus group discussion pada petenun dan pemangku kepentingan lainnya, juga dilakukan survey dengan kuisioner untuk melakukan analisis lebih lanjut secara kuantitatif. Analisis berdasar­kan systematic literature review maupun  semiotika dengan pendekatan focuss forup discussion mungkin saja dapat mememunculkan makna kualitas produk tenun yang tidak jauh berbeda namun mungkin saja berbeda terhadap pengaruhnya kepada budaya organisasi dan keunggulan bersaing serta kinerja usahanya. Tenun tradisi­onal Indonesia sebagai produk budaya dapat saja menginternalisasi perspektif petenun mengenai kualitas sebagai: 1) kualitas adalah komitmen untuk continual process improvement, 2) kualitas adalah kejujuran dan penghargaan terhadap budaya tradisional dan alam 3) kualitas adalah reputasi, 4) kualitas adalah investasi SDM, 5) kualitas adalah sinergitas, dan 6) kualitas adalah kesesuaian dengan Standar Operating Procedure. Konsep kualitas seperti Total Quality Management tidak cukup berhasil jika diimplementasikan dalam UMKM tenun karena keseder­hanaan tata kelola.

 Back
id_ID