CSR PMK128

Pengembangan Kompetensi Guru SMK

Technological-Pedagogical-Content Knowledge (TPACK)

Bekerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri melalui Corporate Social Responsibility (CSR) sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI No.128/PMK.010/2019

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh Dunia Industri dan Dunia Usaha (DIDU) di Indonesia yang sedang menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 yang sangat kompleks ditambah dengan akibat pandemi COVID-19 saat memasuki tahun 2021 ini.

Tanpa Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkarakter, cerdas, terampil, dan mampu belajar secara mandiri, serta menguasasi teknologi informasi dan komunikasi, akan sulit bagi bagi DIDU di Indonesia untuk bisa unggul dalam persaingan global.

Sehingga, agar SDM, terutama para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dapat memiliki karakteristik seperti tersebut di atas, mereka perlu dipersiapkan oleh para pendidik dengan kompetensi TPACK*, perpaduan antara Teknologi, Pedagogi, dan Materi Keilmuan (Content).

Peraturan Menteri Keuangan RI No. 128/PMK.010/2019 ( PDF PMK no. 128 thn 2019) telah membuka kesempatan melakukan CSR (Corporate Social Responsibility) bagi para pelaku DIDU untuk ikut serta mempersiapkan para lulusan SMK yang berkualitas melalui para guru mereka yang memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan jaman masa kini dan masa depan. Dengan PMK 128 ini, perusahaan mendapat tax deduction berupa pemotongan penghasilan bruto sebesar max 200 persen dari dana CSR yang dikeluarkan. Click  PMK no. 128 thn 2019 untuk detil PMK 128.

Oleh sebab itu,  kegiatan pelatihan ini  dilakukan dengan tujuan agar peserta (guru SMK) mampu mengatasi kompetensi TPACK berupa perpaduan antara :

  • Kompetensi profesional (pengasaan materi pembelajaran/content);
  • Kompetensi pedagogi (proses dan metode pembelajaran)
  • Kompetensi Teknologi

Melalui hal tersebut, diharapkan dapat menghasilkan lulusan SMK yang berkarakter, cerdas, terampil, mampu belajar secara mandiri dan menguasai teknologi.

Materi pelatihan menggunakan konsep kerangka kerja (framework) yang dikembangkan dan diperkenalkan oleh Mishra dan Koehler (2016) diantaranya :

  • Technology Knowledge (TK) – Knowledge about certain ways of thinking about, and working with technology, tools and resources. (Pengetahuan tentang cara berpikir dan bekerja dengan bantuan teknologi, alat, dan sumber daya (berbasis informasi)
  • Pedagogical Knowledge (PK) – “Teachers’ deep knowledge about the processes and practices or methods of teaching and learning.(Pengetahuan guru secara mendalam tentang proses dan praktik atau metode mengajar dan belajar)
  • Content Knowledge (CK) – “Teachers’ knowledge about the subject matter to be learned or taught. (Pengetahuan guru tentang mata pelajaran/materi pembelajaran)

TPACK (Technological, Pedagogical, and Content Knowledge) sendiri merupakan perpaduan ketiga eleman kompetensi yang disebutkan sebelumnya menjadi sebuah landasan bagi para guru untuk dasar melaksanakan pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan berkualitas sesuai dengan perkembangan jaman. Dengan memiliki Kompetensi TPACK, para guru diharapkan dapat :

  • Menerapkan pedagogi berbasis teknologi untuk mengajarkan materi pembelajaran yang perlu dikuasai para peserta didik.
  • Menyajikan materi pembelajaran secara menarik, inspiratif, dan membuat konsep yang sulit menjadi mudah dipahami.
  • Memfasilitasi para peserta didik agar dapat belajar secara mandiri dengan dukungan teknologi, terutama teknologi informasi dan komunikasi.

Metode  Pelatihan Guru SMK

Peserta (guru-guru SMK) akan dikembangkan kompetensinya melalui serangkaian pelatihan dengan menggunakan metode Blended Learning  dan Flipped Classroom Melalui pengalaman ini para guru peserta diharapkan dapat terinsipirasi dan mampu menerapkan metode pembelajaran yang serupa untuk para peserta didik mereka.

Metode Blended Learning memadukan kegiatan belajar secara mandiri yang umumnya difasilitasi dengan sebuah Learning Management System (LMS). Semua informasi dan rancangan pelatihan serta materi pembelajaran tersedia di LMS. Selanjutnya para peserta pelatihan dapat belajar secara mandiri dengan mengunduh dan/atau membaca materi pelatihan, berdiskusi, dan mengumpulkan tugas di LMS.

Metode Blended Learning sangatlah tepat untuk diterapkan dengan metode Flipped Classroom. Berbeda dengan metode konvensional atau tradisional, para peserta didik atau pelatihan diminta untuk belajar secara mandiri terlebih dahulu dan baru kemudian mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka. Flipped Classroom membangun kebiasaan belajar secara mandiri, dimulai dari para guru dan kemudian para anak didik mereka tentunya. Kemampuan belajar secara mandiri merupakan modal utama bagi para lulusan SMK agar kelak mereka tetap dapat “up to date” dengan berbagai perkembangan teknologi karena mampu belajar secara mandiri dan itu berarti mengurangi biaya pelatihan yang harus dikeluarkan oleh DIDU bagi para staf dan karyawan perusahaan.

Undangan Partisipasi bagi Perusahaan

Mari bergabung bersama kami untuk peduli pada pengembangan sekolah vokasi dengan melakukan CSR memanfaatkan tax deduction sesuai PMK 128.

Untuk pemahaman lebih lanjut MPK (Majelis Pendidikan Kristen) menyelenggarakan Webinar Nasional “Pemanfaatan CSR dengan Tax Deduction untuk Mendukung Pengembangan Kompetensi Guru SMK” pada Sabtu 27 Febuari 2021 via Zoom.

Silakan daftarkan diri pada  https://petra.id/csr.pmk128

Informasi/kontak:
081334206886 (pak Tono)
083830667066 (pak Totok)

Program Pengembangan Kompetensi Guru SMK Technological-Pedagogical-Content Knowledge (TPACK) melalui CSR sesuai PMK 128 tahun 2019 merupakan kerja sama antara : LPPM UK Petra, Yayasan Trampil Indonesia, MPKW Jatim dan PT. Kayreach System.

Serta dididukung oleh:

MPKW Jatim, Yayasan Trampil Indonesia, PPPK Petra, PT Kayreach System, LPPM UK Petra dan UPH.

   

 

MATERI WEBINAR 
PP 45 Tahun 2019
perubahan atas PP 94 Tahun 2010
PENGHITUNGAN PENGHASILAN KENA PAJAK DAN PELUNASAN
PAJAK PENGHASILAN DALAM TAHUN BERJALAN

DUKUNGAN KEBIJAKAN PEMERINTAH – SUPER DEDUCTION TAX

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan pada tanggal 25 Juni 2019. (Super Deduction Tax)

Dasar Pertimbangan:

  • mendorong investasi pada industri padat karya;
  • mendukung program penciptaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja Indonesia;
  • mendorong keterlibatan dunia usaha dan dunia industri dalam penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas;
  • meningkatkan daya saing; dan
  • mendorong peran dunia usaha dan dunia industri dalam melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan.

Vokasi : dapat diberikan pengurangan penghasilan bruto paling tinggi 200% (dua ratus persen) dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan praktik kerja, pemagangan, dan/ atau pembelajaran.

Litbang : dapat diberikan pengurangan penghasilan bruto paling tinggi 300% (tiga ratus persen) dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan tertentu di Indonesia yang dibebankan dalam jangka waktu tertentu.

Perubahan

1. BAB VIII diubah sebagai berikut “FASILITAS PEMBEBASAN ATAU PENGURANGAN PAJAK PENGHASILAN BADAN DAN FASILITAS PENGURANGAN PENGHASILAN NETO DALAM RANGKA PENANAMAN MODAL SERTA PENGURANGAN PENGHASILAN BRUTO DALAM RANGKA KEGIATAN TERTENTU”

2.PASAL 29 ayat 2 diubah sebagai berikut “Industri pionir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan industri yang memiliki keterkaitan yang luas, memberi nilai tambah dan eksternalitas yang tinggi, memperkenalkan teknologi baru, serta memiliki nilai strategis bagi perekonomian nasional.”

3.PASAL BARU 29A, 29B, 29C

 

 

 

Berikut adalah sebagian pemaparan materi dari kegiatan webinar nasional tentang pengembangan kompetensi guru SMK Technological-Pedagogical-Content Knowledge (TPACK) untuk dapat melihat materi power point dan rekaman lengkap tentang webniar secara full, bisa klik link di bawah ini :

Rekaman webinarhttps://drive.google.com/drive/folders/1jvFbscyV74E7lBzgUtbJ3dRHRF7buenQ?usp=sharing